Berpolitik adalah bagian dari aktivitas manusia yang hubungannya dengan manusia. Demi kemaslahatan umum hendaklah manusia (politisi) mengindahkan aturan agama dalam berpolitik. Dengan kata lain, hendaklah ia beragama dalam segala situasi dan kondisi. Beragama tak mengenal ruang dan waktu. Beragama bagi dirinya, beragama bagi keluarganya, beragama bagi mesyarakatnya, beragama bagi lingkungannya yang lebih luas.
Beragama dalam berpolitik merupakan sunnah utusan Tuhan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau dan sahabat-sahabatnya menjunjung tinggi nilai-nilai agama dalam segala dimensi kehidupan. Contoh kongkrit aplikasi agama dalam praktik politik adalah manakala terjadi peperangan, Islam melarang keras menebang pepohonan, membunuh anak-anak, membunuh kaum wanita, kaum lansia yang tak berdaya. Islam sangat menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak dalam segala dimensi kehidupan.
Dalam pandangan Islam, tidak ada pemisahan agama dari politik atau agama dari negara (secularism), karena politik merupakan bagian dari kehidupan manusia, dan semua kehidupan manusia diatur oleh agama. Praktik politik yang dilandasi nilai-nilai agama akan membawa kemaslahatan bagi manusia, sedangkan praktik politik yang tidak dilandasi nilai-nilai agama akan menimbulkan huru-hara, kekacauan, dan menghalalkan segala cara demi merebut suatu kekuasaan.
Alangkah indahnya bila semua politisi di negeri ini menjunjung tinggi nilai-nilai agama. Betapa mulianya bila para politisi mengindahkan keluhuran nilai agama dalam berpolitik. Sungguh pesta demokrasi lima tahunan akan berjalan lancar, aman, damai serta menghadirkan kemaslahatan dan keberkahan bagi bangsa dan negeri ini. Beragama dalam berpolitik itu indah dan mulia.
Sumber gambar: suara-islam.com
Sumber gambar: suara-islam.com
Jakarta, 03 April 2014
Salam Persaudaraan
@
Tagged @ Politik


0 Post a Comment:
Posting Komentar - Kembali ke Konten