Memunguti mutiara kehidupan

PKS Dicinta dan Dicerca

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tiada lain ialah sebuah organisasi politik yang terlahir dari gerakan tarbiyah (keagamaan) yang digagas oleh para aktivis dakwah Islam sejak tahun 1980-an. Ia berwujud menjadi partai politik di Indonesia sejak tumbangnya rezim orde baru pada tahun 1998. Pada mulanya ia bernama Partai Keadilan (PK), karena alasan tidak memenuhi persyaratan electoral threshol untuk bisa mengikuti pemilu pada tahun 2004, maka ia bermetamorfosis menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Mengapa PKS dicinta dan dicerca di negeri muslim terbesar di dunia ini? Setidaknya ada dua alasan yang akan dikemukakan pada tulisan ini, yang menyebabkan partai belambang bulan sabit kembar dan kapas ini dicinta dan dicerca:

Pertama: PKS mendeklarasikan dirinya sebagai partai dakwah yang berazaskan Islam. Bahkan parpol inilah yang secara berani dan terang-terangan menentang berlakunya azas tunggal bagi organisasi politik di Indonesia pasca reformasi 1998. Sikapnya yang konsisten menyuarakan ide-ide pemikiran yang bernuansa nasionalis religius menarik simpati warga masyarakat terutama kaum muda terpelajar muslim di negeri ini. Mereka pun mendukungnya, mencintainya, membelanya, dan mengajak orang lain untuk ikut bergabung di dalamnya. Namun pada saat yang sama sikap PKS tersebut mengundang cercaan dan cemoohan dari elemen masyarakat lainnya yang mengklaim dirinya kaum naionalis sekuler yang tidak menghendaki adanya islamisasi perpolitikan di negeri yang notabene mayoritas berpenduduk muslim. Meminjam istilah Cak Nur ‘Islam yes, politik no’. Dengan beragam cara, mereka berupaya menjegal tumbuh-kembangnya partai ini.

Kedua: PKS konsisten dengan ideologi Islamnya. Partai ini menekankan kepada para kadernya agar senantiasa mengaplikasikan nilai-nilai luhur ajaran Islam dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Partai ini pula meyakini benar bahwa Islam bisa menjadi solusi bagi problematika-problematika yang dihadapi bangsa ini. Sikap ini mampu menarik perhatian sebagian warga masyarakat muslim terpelajar. Mereka menaruh secercah harapan terhadapnya untuk bisa menghantarkan negeri ini kepada kejayaan, keadilan, dan kesejahteraan ‘baldatun thayyibatun wa Rabbun Ghafur’. Pada saat yang sama, ideologi Islam yang diusung PKS menimbulkan penolakan dan cemoohan dari kaum nasionalis sekuler, mereka gerah dan gusar dengannya, karena hal itu bertetangan dengan apa yang selama ini diusungnya yaitu sekulerisme yang berupaya memisahkan antara urusan agama dengan urusan negara. Maka tidaklah heran bila mereka kerap kali mencercanya, menghardiknya, dan berupaya menghentikan gerak langkah PKS.

Namun demikian, seberapa banyak pun cemoohan dan cercaan, hinaan dan ejekan, dan seberapa besar pun gelombang penghentian dan penjegalan terhadap langkah-langkah PKS, hingga saat ini tidak mampu menjadikan kadernya patah arang, hilang semangat, lumpuh tak berdaya. Justru fakta yang ditemukan di lapangan malah menunjukan sebaliknya, mereka semakin solid dan menampakkan jati dirinya kepada publik sebagai kesatria. Dengan kata lain, partai ini memiliki basis masa yang tangguh dan siap menghadapi berbagai macam situasi dan kondisi.

Untuk menguji sejauh mana kesolidan dan kekuatan politik PKS, manakala parpol lain ‘kesulitan’ mencari figur pengganti posisi kepemimpinan di partainya saat ditimpa musibah, PKS dengan tangkas dan elegan melakukan proses peralihan kepemimpinan tanpa adanya huru-hara dalam internal partai. Fenomena ini pula yang menyedot perhatian publik dan para pengamat politik, mereka pun terkagum melihatnya dan mengapresiasi kepiawaiannya dalam mengolah masalah menjadi berkah seperti pada kasus yang menimpa LHI sang presiden PKS.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memang unik, kerap kali ia tampil cantik dan menarik di pentas perpolitikan Indonesia. Ia di cinta dan dicerca. Dicinta oleh para kadernya dan dicerca oleh rival politiknya. Walau bagaimana pun PKS merupakan salah satu aset bangsa yang mesti dipelihara dan dijaga. Semoga ia tetap eksis dan berhasil merealisasikan tujuannya, menghantarkan Indonesia menuju negara yang berkeadilan dan sejahtera di bawah naungan Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Sumber: kompasiana



@



0 komentar:

Posting Komentar - Kembali ke Konten

PKS Dicinta dan Dicerca