Memunguti mutiara kehidupan

Meraih Kesuksesan Bersama Keluarga

Ilustrasi (kabarmakkah.com)
Setiap manusia adalah pencari kesuksesan, pencari keberuntungan duniawi dan ukhrawi. Kesuksesan duniawi yang dicari bisa berupa materi atau pun posisi. Bolehkah mencari kesuksesan duniawi? Sejauh yang saya ketahui tak ada larangan dalam agama. Namun, tentu bagi orang mukmin, bagaimana bisa merekayasa kesuksesan duniawi agar bisa menopang dan menghantarkan kepada kesuksesan ukhrawi. Karena mereka sadar bahwa kesuksesan duniawi bersifat sementara, sedangkan kesuksesan akhrawi bersifat abadi.

Pencarian kesuksesan ukhrawi harusnya lebih maksimal daripada pencarian kesuksesan duniawi. Karena kesuksesan duniawi hanya bisa dinikmati sepanjang usia, sementara kesuksesan ukhrawi dapat dinikmati tanpa mengenal batas usia.
Apakah indikator kesuksesan ukhrawi? Mari kita renungkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala berikut ini:

“…barang siapa yang diselamatkan dari api neraka dan dimasukan surga maka ia memperoleh keberuntungan…” (ali-Imran:185)

Berdasarkan ayat di atas, indikator kesuksesan ukhrawi terletak pada keselamatan ummat manusia dari api neraka dan masuknya mereka ke dalam surga. Dua poin inilah yang seharusnya menjadi target capaian teretinggi hidup manusia. Bukan hanya mengejar kesuksesan duniawi semata.

Islam mengarahkan ummatnya supaya kesuksesan itu diraih bukan hanya untuk pribadi semata, namun untuk seluruh anggota keluarga. Mari kita tadabburi firman Allah di bawah ini:

“Wahai orang-orang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (at-Tahrim:6)

Dalam ayat di atas secara eksplisit Allah mengarahkan orang-orang beriman agar memelihara diri mereka bersama keluarganya dari sentuhan api neraka. Pertanyaannya, bagaimana memelihara diri dan keluarga dari api neraka?

Ali bin Abi Thalhah r.a. ketika menjelaskan maksud ayat di atas ia mengatakan: lakukan ketaatan kepada Allah, jagalah dirimu dari kemaksiatan, suruhlah keluargamu berdzikir (mengingat Allah) nisaya Allah akan menyelamatkanmu dari api neraka.

Betapa indahnya masuk surga bersama keluarga tercinta. Semoga kita termasuk golongan ahli surga dan terhindar dari sentuhan api neraka. Aamiin.

Jakarta, 26 Februari 2016


@



0 komentar:

Posting Komentar - Kembali ke Konten

Meraih Kesuksesan Bersama Keluarga