Memunguti mutiara kehidupan

Jeda-jeda kehidupan

Dari dua puluh empat jam waktu yang Tuhan sediakan untuk manusia dalam sehari semalam, ada lima jeda kehidupan yang telah ditentukan-Nya bagi umat muslim. Kelimanya berdasarkan kepada peredaran matahari, yaitu: saat terbenam matahari, saat hilangnya cahaya merah (syafaq) di langit barat, saat muncul fajar shadiq, saat matahari telah tergelincir (condong) ke arah barat, dan saat panjang bayang-bayang benda melebihi panjang benda itu sendiri.

Pada setiap jeda di atas, Tuhan perintahkan umat islam melaksanakan ibadah khusus yang dikenal dengan shalat lima waktu (Maghrib, Isya, Subuh, Dhuhur, dan Ashar). Karena yang menyuruh Dialah yang telah menciptakan alam semesta, maka tidaklah Tuhan menyuruh sesuatu kepada hamba-Nya melainkan padanya mengandung kegunaan, kebaikan, dan manfaat bagi manusia itu sendiri. Bila manusia menunaikannya dengan baik dan benar paling tidak ada 5 manfaat yang diperolehnya.

Pertama, sarana untuk komunikasi langsung (direct communication) manusia dengan Tuhannya. Kedua, sarana untuk ber
doa sepenuh hati kepada Tuhan untuk mengharapkan keridaan, ampunan, bantuan, dan hidayah-Nya. Ketiga, sarana untuk membersihkan noda-noda dalam jiwa manusia (dosa-dosa kecil). Keempat, sarana untuk rehat, melepas lelah anggota badan dari kesibukan duniawi. Kelima, sarana untuk mengontrol rohaniah dan mentalitas manusia agar tetap berada di jalan kebenaran (on the right way). 

So, seyogiyanya manusia menggunakan jeda-jeda kehidupan yang Allah tentukan di atas dengan baik dan benar agar kehidupannya selalu berada dalam pemeliharaan dan keberkatan-Nya. Semoga kita termasuk orang-orang yang memperoleh kebaikan dari jeda-jeda kehidupan yang Dia tentukan untuk kita.

Sumber gambar: 
www.konsultasisyariah.com



@



0 komentar:

Posting Komentar - Kembali ke Konten

Jeda-jeda kehidupan